Spirit of Netpreneur

By irmansantoso.com

Skip to: Content | Sidebar | Footer

Pages

Hawa Nafsu, Setan dan Hari Kemenangan

6 September, 2010 (04:08) | Umum, Uncategorized | By: ztisan

Hari Kemenangan… Begitulah orang menyebutnya, bagi sebagian kecil manusia, meraih kemenangan bukanlah sesuatu yang dianggap ringan-ringan, sepele dan biasa-biasa saja untuk mendapatkannya. Tidak hanya sekedar menjalankan rangkaian ibadah puasa, tarawih, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan bulan Ramadhan. Lebih daripada itu, mereka terus menerus belajar dan berjuang mengendalikan hawa nafsu dengan mengerahkan segala ilmu-ilmu yang dimilikinya serta mengamalkannya secara konsisten sepanjang waktu dan tidak terbatas hanya di bulan Ramadhan. Ya Allah, semoga Engkau berkenan membiaskan kegagahan yang Engkau limpahkan kepada mereka-mereka ini, juga Engkau melimpahkannya kepada kami, keluarga kami, saudara-saudari kami, kaum kerabat kami, sahabat kami serta teman-teman kami muslimin dan muslimat dimana saja mereka berada..! Amin. Satu dan lain hal, bahwasanya setan/iblis di bulan Ramadhan telah dibelenggu oleh Allah SWT, berarti yang berperan menguasai diri kita adalah “Hawa Nafsu”, kemana kecondongan gerak-gerik hawa nafsu ini membawa diri kita..? sanggupkah kita mengendalikannya..? Semoga Allah SWT merahmati kita semua dengan Ilmu, khususnya Ilmu akhirat. Sebelumnya mari kita lihat yang satu ini, jika kita ingin mengetahui diri kita, lihatlah diri kita dibulan Ramadhan, jangan pernah merasa bahwa perbuatan maksiat kita adalah godaan setan mutlak, karena yang namanya hawa nafsu ini kadang lebih jahat dari pada setan/iblis. Setan/iblis tidak pernah mencuri, menumpuk harta, korupsi dan berbagai macam keinginan-keinginan atas apa-apa yang diinginkan oleh manusia, bahkan dia patuh terhadap tugasnya untuk menyesatkan manusia hingga kiamat nanti, itu saja keinginan setan/iblis ini. Kegigihannya merayu dan menggoda manusia, hingga dia harus bersahabat dengan yang namanya Nafs. Kalau sudah bersahabat, kita sangat tahu bagaimana yang namanya persahabatan itu, seperti kita bersahabat dengan orang-orang yang kita sayangi, kita kasihi dan saling mencintai, bahkan kadang-kadang Nafs inilah justru yang tidak ingin putus dari persahabatannya dengan Setan/Iblis. Makhluk Allah SWT yang satu ini sangat pandai menempatkan diri, dia ada dimana-mana ; di Mall, Pasar, Tempat Kerja, Kendaraan, Majelis-majelis pengajian, bahkan di Mesjid sekalipun dan yang lebih parah dia berada didalam dada kita menyebar keseluruh tubuh kita, dia bagaikan seorang Motivator yang selalu siap siaga melayani sahabatnya.

Bagi kebanyakan manusia, seperti diri saya khususnya.. hari kemenangan masih terasa hambar, hampa dan hampir tiada makna. Hari kemenangan atau biasa dikenal dengan Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada tanggal 1 Syawal ini, rupanya akan dirasakan oleh seseorang menghunjam kedalam dadanya tanpa bisa dikarang-karang, dia akan hadir sesuai dengan tingkat peribadatannya. Mari kita tilik saja sendiri-sendiri, rasa yang bagaimanakah yang ada didalam dada kita ini, apakah itu sebuah kegembiraan karena sudah terlepas dari bulan Ramadhan atau malah rasa rindu dan sedih karena keberpisahan dengan bulan Ramadhan ini. Ya Allah, semoga Engkau menyampaikan (mempertemukan) umur kami ke bulan Ramadhan berikutnya.! Amin. Fenomena yang terjadi di era modern ini, berbagai macam ekspresi kegembiraan terpancar dengan jelas di depan mata kita. Saya tidak akan menyebutkannya satu per satu, yang jelas intinya, apa-apa yang sifatnya dapat menggembirakan Nafs, lalu memperturutkan hawa nafsu untuk memuaskannya, itulah dia sifat Nafs yang memang ingin selalu digembirakan. Terbersit suatu pertanyaan dalam benak saya, “Apakah benar sebuah amal yang sifatnya baik akan selalu diterima oleh Allah SWT..?” satu contoh ; misalnya sumbangan atau santunan atau apapun bentuknya yang bermaksud berbagi dengan orang-orang miskin, lalu dengan dalih berbuat baik itu dia mengundang Mass Media, Infotainment, atau apapun yang bentuknya agar orang lain mengetahui bahwa dia sedang beramal, maka sesungguhnya dia sedang beramal atau berbuat kebaikan yang tidak ada nilainya sama sekali dihadapan Allah SWT, hampa, karena ada “Ria” didalamnya, inilah barangkali yang disebut Amal tanpa Ilmu… “Kejahatan adalah Kejahatan, Kebaikan didalamnya terdapat Kejahatan” Waspadalah… Waspadalah..! Kebaikan saja tidak cukup, karena seorang Atheis sekalipun dia mampu berbuat kebaikan. Jadi, intinya bahwa sebuah amal haruslah dengan ilmu. Bergurulah… bergurulah..! karena hidup diatas bumi ini tanpa guru, maka gurunya adalah… Setan..!

Lalu bagaimana di bulan-bulan lain selain bulan Ramadhan..? Jika di bulan Ramadhan musuh kita adalah Nafs, maka di bulan-bulan lain kita mempunyai dua musuh ; Nafs dan Setan/Iblis, tentunya sangatlah lebih berat peperangan kita.. bukan..? SELAMAT BERTEMPUR..! Wassalam.

Dr.5z5 Open Feed Directory

Incoming search terms:

  • contoh nafsu setan dan iblis
  • ebook hawa nafsu
  • ebook kendalikan hawa nafsu
  • hawa nafsu dan setan
  • hawanafsyu setan

Write a comment